I. LETAK
DAN LOKASI
1.
Letak dan Lokasi
Lokasi pemukiman transmigrasi SP 6
Air Tenggulang berada disebelah Barat Laut kota Palembang, ibukota propinsi
Sumatra Selatan. Jaraknya sekitar 70 kilo meter dari kota Palembang. Sedangkan
dari kota Pangkalan Balai ibu kota kabupaten Banyuasin berjarak sekitar 37 kilo
meter. Dari kota Palembang dapat ditempuh melalui jalan darat, lebih tepatnya
jika akan menuju SP 6 Air Tenggulang dari kota Palembang menggunakan kendaraan
umum jurusan Jambi maka setelah sampai di Simpang Lubuk Lancang atau Simpang
Pulau Rimau turun, kemudian dilanjutkan menggunakan angkutan pedesaan atau ojek
sampai di Simpang Dusun Tengguling (Simpang Polsek ) belok ke kiri dari situ
jaraknya sekitar 3 kilo meter. Sedangkan jarak dari ibu kota kecamatan (desa
Teluk Betung ) sekitar 5 kilo meter.
2. Topografi dan keadaan Cuaca.
Sebelum dijadikan lokasi pemukiman
transmigrasi SP 6 Air Tenggulang adalah wilayah administratip desa Teluk
Betung, merupakan daerah pasang surut yang ditumbuhi oleh pohon gelam dan pohon
nipah.
Berdasarkan SK Gubernur tahun nomor;
280/SK/I/99 tanggal 25 Mei 1999 telah ditetapkan sebagai Wilayah Cadangan
Pemukiman Transmigrasi. Surat keputusan Gubernur tersebut diperkuat oleh
pernyataan dari Kepala Desa Teluk Betung (Deri
Aden) dan ikut juga bertanda tangan, sebagai perwakilan dari tokoh
masyarakat yaitu Muharam Matcik,
pada tanggal 20Oktober 1999. Dalam surat tersebut juga ikut bertanda tangan
yaitu Camat Pulau Rimau, Nelson Firdaus yang saat itu merupakan Pejabat
Sementara, karena kecamatan Pulau Rimau merupakan kecamatan Pembantu.
Hama
berupa tikus datang secara besar besaran sekitar bulan Juli sampai dengan bulan
Oktober. Sewaktu warga baru tiba dilokasi SP 6 Air Tenggulang pada bulan-bulan
tersebut pakaian, ternak berupa ayam bahkan kaki manusia sering digigit sewaktu
malam.
Pasang
surut air dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pasang besar atau disebut juga pasang
siang dan pasang kecil atau
disebut juga pasang malam. Pasang
siang atau pasang besar dimulai
sekitar tanggal 4 s/d 10 Oktober dan ketetapan ini pula sebagai tanda bahwa
apabila pasang siang mulai datang,
berarti musim penghujan telah dimulai, begitupun sebaliknya apabila pasang malam mulai datang sekitar
tanggal 4 s/d 10 April berarti pula
musim kemarau mulai datang.
|
|
Pada
musim kemarau sering terjadi kebakaran
hutan sehingga pagi harinya terdapat kabut asap yang tebal dan sangat
mengganggu pemandangan kendaraan sungai yang melintas, walapun bagi nelayan
pada musim kemarau merupakan saat yang ditunggu-tunggu untuk memanen udang dari
sungai.
3.
Batas-batas.
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa
Teluk Betung, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Teluk Betung wilayah Pasar
Sumber dan Dusun Tengguling, Sebelah Selatan berbatasan dengan Lahan cadangan
Transmigrasi wilayah Teluk Betung dan sebelah Barat berbatasan dengan
Perkebunan Perkebunan PTP VII.
Luas
lokasi Pemukiman SP 6 Air Tenggulang adalah 1025 hektar dengan rincian sebagai
berikut; Lahan Plasma sekitar 600 hektar, lahan usaha I seluas 150 hektar, luas
pekarangan rumah 150 hektar, luas fasilitas umum 8 hektar, tanah bengkok ( kas
desa ) 10 hektar, panjang parit primer 2,3 km dan lebarnya 12 m, jalan desa
sepanjang 10 km. temasuk parit sekuder 10 km dan masih ada lagi tanah gembala
dan tanah restan sehingga cukup dengan luasan tersebut.