Rabu, 22 Oktober 2014

LETAK DAN LOKASI


I.                    LETAK DAN LOKASI

1. Letak dan Lokasi
Lokasi pemukiman transmigrasi SP 6 Air Tenggulang berada disebelah Barat Laut kota Palembang, ibukota propinsi Sumatra Selatan. Jaraknya sekitar 70 kilo meter dari kota Palembang. Sedangkan dari kota Pangkalan Balai ibu kota kabupaten Banyuasin berjarak sekitar 37 kilo meter. Dari kota Palembang dapat ditempuh melalui jalan darat, lebih tepatnya jika akan menuju SP 6 Air Tenggulang dari kota Palembang menggunakan kendaraan umum jurusan Jambi maka setelah sampai di Simpang Lubuk Lancang atau Simpang Pulau Rimau turun, kemudian dilanjutkan menggunakan angkutan pedesaan atau ojek sampai di Simpang Dusun Tengguling (Simpang Polsek ) belok ke kiri dari situ jaraknya sekitar 3 kilo meter. Sedangkan jarak dari ibu kota kecamatan (desa Teluk Betung ) sekitar 5 kilo meter.

                2. Topografi dan keadaan Cuaca.
                Sebelum dijadikan lokasi pemukiman transmigrasi SP 6 Air Tenggulang adalah wilayah administratip desa Teluk Betung, merupakan daerah pasang surut yang ditumbuhi oleh pohon gelam dan pohon nipah.
Berdasarkan SK Gubernur tahun nomor; 280/SK/I/99 tanggal 25 Mei 1999 telah ditetapkan sebagai Wilayah Cadangan Pemukiman Transmigrasi. Surat keputusan Gubernur tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Kepala Desa Teluk Betung (Deri Aden) dan ikut juga bertanda tangan, sebagai perwakilan dari tokoh masyarakat yaitu Muharam Matcik, pada tanggal 20Oktober 1999. Dalam surat tersebut juga ikut bertanda tangan yaitu Camat Pulau Rimau, Nelson Firdaus yang saat itu merupakan Pejabat Sementara, karena kecamatan Pulau Rimau merupakan kecamatan Pembantu.

                Hama berupa tikus datang secara besar besaran sekitar bulan Juli sampai dengan bulan Oktober. Sewaktu warga baru tiba dilokasi SP 6 Air Tenggulang pada bulan-bulan tersebut pakaian, ternak berupa ayam bahkan kaki manusia sering digigit sewaktu malam.
                Pasang surut air dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pasang besar atau disebut juga pasang siang dan pasang kecil atau disebut juga pasang malam. Pasang siang atau pasang besar dimulai sekitar tanggal 4 s/d 10 Oktober dan ketetapan ini pula sebagai tanda bahwa apabila pasang siang mulai datang, berarti musim penghujan telah dimulai, begitupun sebaliknya apabila pasang malam mulai datang sekitar tanggal 4 s/d 10 April berarti  pula musim kemarau mulai datang.



 
Dalam pergantian tiap-tiap musim biasanya ditandai dengan hujan deras beberapa hari disertai angin kuat dan petir besar-besar. Tanda-tanda lainnya yaitu datangnya penyakit sariawan dan batuk pilek dan tanda alam lain yaitu apabila akan pindah musim hujan kemusim kemarau terjadi perpindahan ikan gabus, lele dan betok dari hutan menuju parit-parit kadang-kadang terlihat pada malam hari serombongan ikan lele menyebrangi jalan tanah dari suatu tempat yang sedikit airnya menuju parit yang banyak airnya, seandainya warga ada yang melihat kedian alam seperti ini sebaiknya jangan bernafsu untuk mengambil ikan yang berjalan di darat, jika ingin mengambil ambilah ikan yang telah sampai di air, berhubung hal ini tidak dapat dijelaskan dengan ilmu nyata akan tetapi hanya dapat dijelaskan dengan ilmu metafisika dan kebetulan bukan di sini pembahasannya.  

                Pada musim kemarau sering  terjadi kebakaran hutan sehingga pagi harinya terdapat kabut asap yang tebal dan sangat mengganggu pemandangan kendaraan sungai yang melintas, walapun bagi nelayan pada musim kemarau merupakan saat yang ditunggu-tunggu untuk memanen udang dari sungai.
3. Batas-batas.
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Teluk Betung, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Teluk Betung wilayah Pasar Sumber dan Dusun Tengguling, Sebelah Selatan berbatasan dengan Lahan cadangan Transmigrasi wilayah Teluk Betung dan sebelah Barat berbatasan dengan Perkebunan Perkebunan PTP VII.
Luas lokasi Pemukiman SP 6 Air Tenggulang adalah 1025 hektar dengan rincian sebagai berikut; Lahan Plasma sekitar 600 hektar, lahan usaha I seluas 150 hektar, luas pekarangan rumah 150 hektar, luas fasilitas umum 8 hektar, tanah bengkok ( kas desa ) 10 hektar, panjang parit primer 2,3 km dan lebarnya 12 m, jalan desa sepanjang 10 km. temasuk parit sekuder 10 km dan masih ada lagi tanah gembala dan tanah restan sehingga cukup dengan luasan tersebut.

Selasa, 21 Oktober 2014

PENGANTAR

SAMBUTAN KAUR UMUM


SAMBUTAN
STAF URUSAN UMUM
DESA TABUAN ASRI


                       Untung Irianto lahir di Jakarta tanggal 31 Mei 1964, anak kedua dari lima bersaudara. Anak dari pasangan Ramli Zulkifli berasal dari Padang dan Sudarmi berasal dari Kebumen ini menamatkan sekolah SPMA Negri manokwari tahun 1988.
                       Sepanjang hidupnya hampir tidak pernah terikat dengan satu pekerjaan yang tetap untuk waktu yang lama, karena menurut pengakuan beliau, ia sering dianggap aneh oleh komunitas dilingkungan tempat tinggalnya..
                       Saya juga melihat keunikan beliau yang tidak hoby memakai sandal dan selalu bercelana pendek dalam kesehariannya.
Ide-idenya selalu melangkah jauh kedepan sehingga masyarakat sulit untuk mengimbangi ide-ide beliau, akan tetapi apabila ide-ide tersebut diserahkan kepada Untung Irianto agar dilaksanakan maka semua diselesaikan sesuai rencananya padahal bagi orang awam terkesan agak rumit penyelesaiannya.
                       Teori-teorinya tentang membaca alam dan metafisika sangat enak didengar dan mudah difahami padahal saya tahu tentang kesehariannya beliau serba pas-pasan ekonominya.
                       Saya mengenal Untung Irianto seperti Saudara Kandung saya sendiri termasuk segala tingkah beliau yang blak-blakan dan suka lupa mengantongi korek api saya, juga hampir bisa dipastikan jika beliau memakai sandal maka sendalnya ditinggal ditempat ia berhenti karena lupa, pernah juga terjadi Untung Irianto dari rumah membawa sepeda tetapi ketika pulang sepedahnya ditinggal dan ia jalan kaki ditempat ia bertamu karena lupa.
Semoga Karya Untung Irianto ini dapat bermanfaat buat kami warga Desa Tabuan Asri khususnya dan buat warga desa-desa lain disekitarnya, amin.

                                                                                                                                                             





                                                                             
                                                                                                                                                                           SURATNO